Simeulue – Dalam rangka Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) untuk mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (guantibmas), Satpolairud Polres Simeulue melaksanakan patroli sambang nelayan di sejumlah titik strategis di wilayah hukum Polres Simeulue, Jumat (31/7/2026).
Kegiatan yang dipimpin Kasat Polairud Polres Simeulue, IPTU Wahid, diawali dengan apel dan pengecekan personel serta kelengkapan di Mapolres Simeulue pada pukul 09.30 WIB. Selanjutnya, tim patroli bergerak menggunakan kendaraan patroli menuju sejumlah lokasi sasaran, meliputi kawasan nelayan, dermaga, pelabuhan penyeberangan, tempat wisata, pusat perbelanjaan, warung kopi, serta lokasi-lokasi yang dinilai rawan terjadinya tindak kriminalitas.
Selama patroli, personel tidak hanya memantau situasi kamtibmas, tetapi juga menyambangi aktivitas masyarakat untuk memberikan imbauan agar bersama-sama menjaga keamanan lingkungan. Warga juga diingatkan untuk segera menghubungi layanan Kepolisian Call Center 110 atau melapor ke kantor polisi terdekat apabila menemukan potensi gangguan keamanan maupun membutuhkan kehadiran petugas kepolisian.
Kegiatan patroli diakhiri dengan apel konsolidasi pada pukul 12.00 WIB di Mapolres Simeulue guna memastikan seluruh personel dan perlengkapan kembali dalam keadaan lengkap.
Kasat Polairud Polres Simeulue, IPTU Wahid, mengatakan bahwa patroli sambang nelayan merupakan bagian dari upaya preventif dan preemtif Polri dalam menjaga situasi keamanan tetap kondusif, khususnya di kawasan pesisir.
“Patroli sambang ini bertujuan untuk meningkatkan kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya di wilayah pesisir, sekaligus memberikan rasa aman kepada nelayan dan masyarakat yang beraktivitas. Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kamtibmas dan tidak ragu melaporkan setiap potensi gangguan keamanan melalui layanan Call Center 110 atau ke kantor polisi terdekat,” ujar IPTU Wahid.
Melalui kegiatan tersebut, Polres Simeulue berhasil meningkatkan langkah-langkah preemtif dan preventif guna mencegah terjadinya tindak kriminalitas, memperkuat sinergi dengan masyarakat, serta menciptakan rasa aman bagi masyarakat pesisir. Selama pelaksanaan kegiatan, situasi berlangsung aman, tertib, dan tidak ditemukan hambatan.