Simeulue – Dalam rangka mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Guantibmas), Polres Simeulue melaksanakan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) berupa patroli sambang nelayan di wilayah hukum Polres Simeulue, Minggu (04/01/2026).

Kegiatan patroli ini dilaksanakan pada jam-jam rawan terjadinya Guantibmas, yakni pada pukul 24.00 WIB hingga 03.00 WIB, dengan sasaran nelayan, dermaga, pelabuhan penyeberangan, tempat wisata, pusat perbelanjaan, warung kopi, serta lokasi-lokasi yang rawan tindak kriminalitas.

Patroli sambang dipimpin langsung oleh Kasat Polairud Polres Simeulue bersama personel Sat Polairud, yakni Bripka Irwan Pito dan Bripda Agil Al Munawar. Sebelum pelaksanaan, personel terlebih dahulu mengikuti apel dan menerima arahan terkait Standar Operasional Prosedur (SOP) patroli terpadu serta dilakukan pengecekan personel dan kelengkapan di Mako Polres Simeulue.

Selanjutnya, tim patroli bergerak menggunakan kendaraan patroli dinas Polres Simeulue untuk melaksanakan patroli sambang di seputaran wilayah hukum Polres Simeulue. Dalam kegiatan tersebut, petugas memantau situasi kamtibmas, mendatangi keramaian masyarakat, serta melakukan upaya antisipasi dan pencegahan terhadap aksi premanisme maupun potensi Guantibmas lainnya.

Selain patroli, personel juga menyampaikan pesan-pesan kamtibmas kepada masyarakat pesisir dan nelayan agar bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban. Masyarakat diimbau untuk segera menghubungi layanan Kepolisian Call Center 110 Polri atau melapor ke kantor polisi terdekat apabila terjadi gangguan kamtibmas atau membutuhkan kehadiran aparat Kepolisian.

Setelah kegiatan patroli selesai, personel melaksanakan apel konsolidasi pada pukul 12.00 WIB di Mako Polres Simeulue guna memastikan kelengkapan dan kesiapsiagaan personel.

Melalui pelaksanaan KRYD patroli sambang nelayan ini, Polres Simeulue berhasil melakukan langkah-langkah preemtif dan preventif dalam mencegah terjadinya tindak kriminalitas, meningkatkan kehadiran Polri di tengah masyarakat, serta memberikan rasa aman dan nyaman khususnya bagi masyarakat pesisir pantai. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif tanpa adanya hambatan.