Simeulue – Polres Simeulue mengikuti kegiatan Zoom Meeting Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026, Peresmian 10 Gudang Polri dan 166 SPPG Polri yang dilaksanakan pada Sabtu (16/5/2026) pukul 13.00 WIB bertempat di Aula Joglo Polres Simeulue.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional serta penguatan sinergi lintas sektor dalam meningkatkan produktivitas pertanian di Indonesia.

Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Simeulue Mohammad Nasrun Mikaris, S.H., M.H., Ketua DPRK Simeulue Rasmanudin H. Rahimin, S.E., Kapolres Simeulue AKBP Hendry Ferdinand Kennedy, S.H., S.I.K., M.I.K., perwakilan Danlanal Simeulue Lettu Laut (T) Jonni Wanto Harefa, perwakilan Kajari Simeulue Andrian Umbu Sunga, S.H., Ketua Pengadilan Negeri Sinabang Riswandi, S.H., M.H., Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekdakab Simeulue Romaidon Darma, S.E., M.Si., Ak., CA., Kepala Gudang Bulog Simeulue M. Hasyimi Fardiansyah, para Pejabat Utama Polres Simeulue serta tamu undangan lainnya.

Dalam pelaksanaan Zoom Meeting tersebut disampaikan sejumlah capaian Polri di bidang ketahanan pangan nasional. Pada tahun 2025, Polri berhasil merealisasikan penanaman jagung di lahan seluas 661.112 hektar dengan hasil panen mencapai 3,9 juta ton, yang berkontribusi terhadap peningkatan produksi jagung nasional sebesar 6,74 persen atau sekitar 1,8 juta ton.

Selanjutnya pada tahun 2026, Polri menargetkan pengelolaan lahan pertanian jagung seluas 1,37 juta hektar yang tersebar di seluruh Indonesia. Sebelumnya, pada 8 Januari 2026 Polri juga telah melaksanakan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal I di lahan seluas 91.000 hektar dengan hasil panen mencapai 884.129 ton jagung.

Pada Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II yang dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, Polri melaksanakan panen di lahan seluas 189.760 hektar dengan potensi hasil panen mencapai 1,23 juta ton jagung.

Selain mendukung ketahanan pangan nasional, hasil panen jagung tersebut juga memiliki potensi ekspor, dimana sebanyak 100 ton jagung direncanakan diekspor ke Malaysia melalui perbatasan Jagoi Babang, Kalimantan Barat. Dalam kegiatan tersebut juga dipaparkan peran koperasi yang membeli hasil panen petani dengan harga Rp6.500 per kilogram dan menjualnya ke Malaysia seharga Rp7.000 per kilogram.

Polri turut menggandeng UMKM lokal dalam pemanfaatan limbah pertanian melalui pengembangan briket tongkol jagung “Miracle Carbon” sebagai energi alternatif rumah tangga dan kebutuhan usaha kecil. Selain itu, Polri juga menghadirkan inovasi pupuk presisi berbahan batu bara guna meningkatkan kualitas tanah dan produktivitas pertanian yang telah diterapkan di beberapa wilayah di Indonesia.

Selama kegiatan berlangsung situasi berjalan aman dan tertib. Adapun hambatan yang ditemui yaitu kondisi listrik yang tidak stabil sehingga beberapa kali menyebabkan jaringan Zoom Meeting terputus atau logout saat kegiatan berlangsung.

Kegiatan ini menunjukkan komitmen Polri dalam mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan nasional sekaligus memperkuat sinergitas antara Polri, pemerintah daerah, dan stakeholder terkait demi kesejahteraan masyarakat.