Simeulue – Dalam rangka Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) guna mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Guantibmas), Polres Simeulue melaksanakan Patroli Sambang Nelayan di wilayah hukum Polres Simeulue, Selasa (2/6/2026).

Kegiatan patroli dipimpin oleh Kasat Polairud Polres Simeulue bersama personel Satpolairud, yakni Bripka Darmawan, Bripda Ferdinal Masri Refaldi, dan Bripda Dhean Rahuanda. Patroli dilaksanakan pada jam-jam rawan gangguan kamtibmas dengan menyasar kawasan pesisir dan titik-titik yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan.

Sebelum pelaksanaan patroli, pada pukul 09.30 WIB, Ketua Tim Patroli Sambang memimpin apel dan memberikan arahan terkait Standar Operasional Prosedur (SOP) patroli terpadu serta melakukan pengecekan personel dan kelengkapan di Mako Polres Simeulue.

Selanjutnya, tim bergerak menggunakan kendaraan patroli menuju sejumlah lokasi sasaran, meliputi kawasan nelayan, dermaga, pelabuhan penyeberangan, tempat wisata, pusat perbelanjaan, warung kopi, serta lokasi-lokasi yang dianggap rawan terjadinya tindak kriminalitas. Dalam kegiatan tersebut, personel melakukan pemantauan situasi kamtibmas, menyambangi masyarakat, serta mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan, termasuk aksi premanisme.

Selain patroli dialogis, petugas juga menyampaikan pesan-pesan kamtibmas kepada masyarakat agar senantiasa menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan masing-masing. Warga diimbau untuk segera menghubungi layanan Kepolisian Call Center 110 atau melaporkan ke kantor polisi terdekat apabila menemukan atau mengalami kejadian yang berpotensi mengganggu keamanan.

Pada pukul 12.00 WIB, kegiatan diakhiri dengan apel konsolidasi di Mako Polres Simeulue guna melakukan pengecekan kembali personel beserta kelengkapannya setelah pelaksanaan tugas.

Melalui kegiatan ini, Polres Simeulue berhasil melaksanakan langkah-langkah preemtif dan preventif guna mencegah terjadinya tindak kriminalitas, meningkatkan kehadiran Polri di tengah masyarakat, serta memberikan rasa aman dan nyaman khususnya bagi masyarakat pesisir pantai.

Selama pelaksanaan kegiatan, situasi terpantau aman, tertib dan kondusif. Tidak ditemukan hambatan maupun gangguan yang berarti.