WWW.TRIBRATANEWSSIMEULUE.COM – Anggota Satuan Tugas (Satgas) Dana Bantuan Sosial kembali menggelar rapat koordinasi (Rakor). Hal ini dilakukan untuk mematangkan program penyaluran bantuan sosial (bansos) yang akan dilaksanakan Nanti di kabupaten Simeulue.Rakor ini diselenggarakan di Kantor Sekda Kab. Simeulue , kemarin (22/8/2019). Acara dihadiri oleh Kasat Reskrim Polres Simeulue IPTU M.Khalil, Bupati Simeulue H. Erlin Hasyim S.H, S.Ag. M.I., Kom, Kepala Dinsos Muhammad Arif SH dan Sekda Kab Simeulue Ahmadiliyah SH, serta seluruh anggota satgas lainnya.

Kasat Reskrim mengatakan,” pihaknya akan terus melakukan pengawasan penyaluran dana bansos tersebut nantinya. Menurutnya, penyaluran ini perlu benar-benar diawasi untuk mencegah penyelewengan dan bisa tepat sasaran.

“Tugas kami disini lebih pada pengawasan supaya penyaluran betul-betul sampai kepada masyarakat,” tuturnya.

Muhammad Arif Mengatakan,” untuk diketahui,
Program E-Warung merupakan bentuk penyaluran yang terintegrasi dengan jaringan internet dalam hal ini bekerjasama dengan Bank Rakyat Indonesia menggunakan aplikasi BRI Link.

Adapun penerima BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) ditargetkan dalam satu zona sejumlah 250 Keluarga Penerima Manfaat atau disebut KPM, dengan titik-titik Zona pengambilan BPNT yang telah di tentukan

Bentuk BPNT jelas bukan Dana Tunai tapi berupa barang yakni Beras sebanyak 7 Kg dan Telur sebanyak 1 papan yang diterima setiap bulannya dengan sebagai penyedia barang langsung dari Badan Urusan Logistik (Bulog) Simeulue,” ucapnya.

Mahmonda Rahardi selaku Perwakilan dari Bulog Simeulue juga Mengatakan,”
Kesiapannya untuk menyediakan sekaligus mendistribusikan BPNT tersebut dengan ketentuan bahwa harga yang di ajukan sesuai dengan HET pasar.
“Sedangkan untuk telur memang menjadi masalah bagi kami selaku penyedia, sebab telur tidak dapat disimpan lama, oleh karena itu perlu kerjasama dari pihak Dinas sosial dan yang terkait untuk sama-sama kita ketahui dan kita maklumi,” ucapnya.

Lanjud Arahan Bupati Simeuelue, dia menyampaikan,” perlu kerjasama yang intens antar pihak-pihak yang terlibat dan sesegera mungkin di buat MoU nya.

Dan saya meminta bagi pulau-pulau terluar kita hendaknya diberikan masing-masing satu titik E-Warung, jangan sampai mereka menjadi susah untuk mengambil bantuan karena harus turun ke desa yang telah di tunjuk, sebagai contoh Desa Pulau Siumat yang titik pengambilan BPNTnya di Desa Ganting, saya harap dapat dilakukan di desa Pulau Siumat karena Pulau Siumat juga telah terjangkau akses internet, begitupun dengan Pulau Teupah.

Dan saya berharap sebisanya kita dapat meringankan masyarakat penerima BPNT, jangan dibuat susah dan berbelit sehingga masyarakat benar-benar terbantu serta puas dengan pelayanan yang diberikan,” tutup Erli.

(Humas Polres Simeulue).

Comments