Polisi Bersama Masyarakat
SIMEULUE – Dalam upaya mempererat hubungan silaturahmi sekaligus menyerap aspirasi masyarakat, Kapolres Simeulue AKBP Hendry Ferdinand Kenedy, S.H., S.I.K., M.I.K., melaksanakan kegiatan kumpul bersama masyarakat Desa Salur, Kecamatan Teupah Barat, Kabupaten Simeulue, Senin (2/11/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Desa Salur tersebut turut dihadiri Camat Teupah Barat Zahrul Arif Rachman, S.IP., M.Si., Kapolsek Teupah Barat AKP Budiono, S.E., M.M., para pejabat utama Polres Simeulue, personel Polsek Teupah Barat, para kepala desa, tokoh masyarakat, serta sekitar 80 orang perwakilan masyarakat Kecamatan Teupah Barat.
Dalam suasana penuh keakraban, Kapolres Simeulue berdialog langsung dengan masyarakat, khususnya para nelayan dan petani, guna mendengarkan berbagai aspirasi, keluhan, serta permasalahan yang dihadapi dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Dalam pertemuan tersebut, masyarakat menyampaikan sejumlah persoalan, di antaranya maraknya praktik penangkapan ikan menggunakan kompresor pada malam hari yang dinilai merugikan nelayan tradisional. Selain itu, masyarakat juga mengeluhkan peredaran minuman keras dan tuak yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Tidak hanya itu, para petani juga menyampaikan kendala menjelang pelaksanaan panen padi serentak, terutama keterbatasan alat perontok padi serta sulitnya memperoleh bahan bakar minyak jenis solar untuk mendukung operasional kegiatan pertanian.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Kapolres Simeulue AKBP Hendry Ferdinand Kenedy, S.H., S.I.K., M.I.K., menyampaikan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti setiap informasi dan masukan masyarakat melalui koordinasi dengan instansi terkait.
“Permasalahan yang disampaikan masyarakat menjadi perhatian kami. Kami mengimbau kepada para nelayan agar tidak menggunakan kompresor dalam aktivitas penangkapan ikan karena dapat membahayakan keselamatan dan berpotensi merusak ekosistem laut. Apabila mengetahui adanya praktik penangkapan ikan yang melanggar hukum, segera laporkan kepada pihak kepolisian,” ujar Kapolres Simeulue AKBP Hendry Ferdinand Kenedy, S.H., S.I.K., M.I.K.
Terkait peredaran minuman keras dan tuak, Kapolres Simeulue AKBP Hendry Ferdinand Kenedy, S.H., S.I.K., M.I.K., juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengonsumsi maupun memperjualbelikan minuman keras yang bertentangan dengan ketentuan hukum. Ia turut mengajak perangkat desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda untuk bersama-sama memberikan edukasi kepada masyarakat demi mencegah terjadinya gangguan kamtibmas.
Sementara itu, mengenai kendala yang dihadapi para petani, Kapolres Simeulue AKBP Hendry Ferdinand Kenedy, S.H., S.I.K., M.I.K., menyampaikan bahwa keterbatasan alat perontok padi dan sulitnya memperoleh solar perlu dikoordinasikan dengan pemerintah daerah serta instansi terkait agar dapat ditemukan solusi terbaik.
“Polres Simeulue siap mendukung terciptanya situasi yang aman dan kondusif selama pelaksanaan panen padi serentak. Kami juga mengajak perangkat desa dan kelompok tani untuk terus berkoordinasi dengan dinas terkait apabila menghadapi kendala di lapangan,” ujar Kapolres Simeulue AKBP Hendry Ferdinand Kenedy, S.H., S.I.K., M.I.K.
Kapolres juga menegaskan bahwa kegiatan kumpul bersama tersebut merupakan salah satu bentuk komitmen Polres Simeulue untuk hadir di tengah masyarakat, mendengarkan secara langsung aspirasi warga, serta membangun komunikasi yang terbuka antara Polri dan masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan terjalin sinergitas yang semakin kuat antara kepolisian, pemerintah kecamatan, aparatur desa, tokoh masyarakat, nelayan, dan petani dalam menjaga keamanan serta mendukung kelancaran aktivitas perekonomian masyarakat.
Kegiatan berakhir sekitar pukul 16.00 WIB. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan lancar.













